f ' Inspirasi Pendidikan: Sastra

Inspirasi Pendidikan untuk Indonesia

Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan.

Bersama Bergerak dan Menggerakkan pendidikan

Kurang cerdas bisa diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki (Bung Hatta)

Berbagi informasi dan Inspirasi

Tinggikan dirimu, tapi tetapkan rendahkan hatimu. Karena rendah diri hanya dimiliki orang yang tidak percaya diri.

Mari berbagi informasi dan Inspirasi

Hanya orang yang tepat yang bisa menilai seberapa tepat kamu berada di suatu tempat.

Mari Berbagi informasi dan menginspirasi untuk negeri

Puncak tertinggi dari segala usaha yang dilakukan adalah kepasrahan.

Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2025

Kisah Raja Waskita Leksana dan Patih Garda Jaladara dari Kerajaan Kencana Arum

Oleh: Shakayla Adzkiya El Queena H

inspirasipendidikan.com_ sahabat inspirasi pendidikan, hidup memang memiliki rahasianya sendiri. Beberapa peristiwa yang terjadi tekadang sulit untuk dipahami bahkan seringkali manusia berprasangka negatif terhadap apa yang menimpa. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan sebuah kisah inspiratif semoga bermanfaat.

Pada zaman dahulu, terdapat sebuah kerajaan yang rakyatnya hidup sejahtera, gemah ripah loh jinawe, tata tentrem kerta raharja. Tentu saja jika ada kerajaan yang begitu makmur kehidupan rakyatnya pastilah pemimpinnya adalah seorang yang arif bijaksana, amanah menjalankan kepemimpinannya sebagai seorang raja, dan para punggawa kerajaannya juga memiliki nasionalisme, patriotisme dan loyalitas tinggi kepada sang raja. Kerajaan itu bernama Kerajaan Kencana Arum yang dipimpin seorang raja bernama Raja Waskita Leksana. Patihnya yang pandai dan bijak, ahli strategi bidang pemerintahan dan pertahanan keamanan bernama Patih Garda Jaladara. Dua orang Petinggi kerajaan tersebut memiliki pengaruh besar dalam membentuk kerajaan yang makmur, dan wibawa mereka berdua menyebabkan para Menteri, Tumenggung dan Adipati segan, sehingga menjalankan kepemimpinannya dengan baik, tidak pernah melakukan korupsi. Selain itu, kesaktian sang Raja dan Patih yang termashur, menyebabkan kerajaan Kencana Arum disegani oleh kawan maupun lawan.

Raja Waskita Leksana dan Patih Garda Jaladara sejatinya adalah teman sejak kecil, mereka memang terlahir dari kalangan bangsawan di lingkungan keratin. Meskipun demikian, didikan dari orang tua mereka sangat baik, sehingga mereka tidak angkuh, sombong dan tetap mencintai rakyatnya. Mereka memiliki kegemaran yang sama yaitu berburu di saat ada waktu luang. Singkatnya mereka ini ibaratnya dwi tunggal. Dua orang tetapi memiliki banyak kesamaan dalam kegemaran, tata pemerintahan, strategi perang dan olah kanuragan, serta hal-hal lainnya.

Pada suatu hari, Raja Waskita Leksana bertitah,” Patih Garda Jaladara, sudah lama kita tidak pergi berburu di hutan.”

“ Benar baginda, apakah baginda bermaksud berburu di hutan lagi?” jawab sang Patih.

“Ya, saya ingin sekali berburu rusa, kelinci hutan dan hewan hutan lainnya. Pasti menyenangkan. Ya.. sekedar meregangkan otot dan melonggarkan pikiran kita dari beban memikirkan kerajaan ini walaupun hanya beberapa saat.” Kata sang Raja sambil menatap sang patih.

Patih pun menjawab, “Kalau begitu biar hamba persiapkan segala sesuatunya, para pengawal yang bertugas ikut selama berburu dan beberapa perbekalan yang akan kita perlukan nantinya.”

“Baiklah, kita berangkat besuk pagi ya, Patih juga harus ikut berburu. Jangan lupa bawa anak panah dan busur pusaka saya.” Sahut sang raja dengan sorot mata berbinar-binar.

Maka berangkatlah rombongan kerajaan tersebut. Sesampainya di dekat hutan mereka membagi kelompok tujuannya untuk mendapatkan hasil buruan yang lebih banyak. Sang Raja bersama 4 orang prajurit pengawal dan sang Patih. Kelompom prajurit lainnya menyebar ke sisi hutan lainnya. Seekor menjangan bertanduk menyelinap di antara rerimbunan pepohonan, hal itu menarik perhatian sang raja. Maka segera dia menarik brosurnya dan melesatkan anak panah ke arahnya. Tapi sayangnya meleset. Raja kemudian marah dan menyerukan para prajurit untuk mengejarnya. Tinggalah Raja dengan patihnya yang menunggu di tengah hutan terebut.

Patih membuka pembicaraan, “Baginda raja apakah engkau tidak akan memarahi para prajurit jika mereka gagal mendapatkan menjangan tersebut?”

“Tentu saja tidak, yang penting mereka sudah berusaha, nanti saya sendiri yang akan mendapatkan hewan buruan itu, bahkan binatang buas sekalipun seperti harimau bisa saya dapatkan.” Kata sang Raja sedikit jumawa.

Patih hanya mengangguk tersenyum,” Benar Baginda, tetapi ini adalah hutan lebat yang jarang disinggahi manusia, maka kita tetap harus hati-hati.”

“Santai saja, tidak usah khawatir Patih, bukankan kita sudah sering berburu di hutan ini.” tegasnya.

“oiya, patih bagaimana kalau ternyata sampai seharian ternyata kita tidak mendapatkan buruan?” tanya Raja mulai bimbang.

“Berarti itu kehendak Tuhan, dan pasti kehendak Tuhan adalah yang terbaik, Karena Tuhan begitu menyayangi hamba-Nya.” Jawab Patih penuh kebijaksanaan.

“Haah .. sudahlah, ayo kita lanjutkan lebih masuk ke dalam hutan.” Ajak Raja sambil melangkah mendahului Patih.

Tetapi beberapa saat kemudian dari arah depan, terdengar suara auman yang menggetarkan dada bagi siapa saja yang mendengarnya. Seekor hewan berbulu, besar dan kuat dengan kuku-kuku tajam, matanya tajam seolah menyala. Tidak salah lagi, seekor raja hutan, Singa hutan yang berjarak hanya 3 meter dari depan Raja dan Patih. Tiba-tiba menatap tajam dan berancang-ancang untuk melompat menerkam Raja. Sang Raja mengetahui bahaya yang akan menimpanya, maka dia pun bersiap untuk mempertahankan diri dan melawan Singa itu. Meskipun raja memiliki olah bela diri yang baik, tetapi keperkasaan Singa ini memang luar biasa, selain tubuhnya yang besar, tenaganya juga sangat kuat. Raja pun dibuat tersungkur kepalanya tercakar berdarah. Bahkan salah satu jarinya terputus karena kena gigitan taring singa.

Dia berteriak, “Patih.. Patih di mana kamu, ayo cepat bantu aku.. tolong aku..?

Anehnya Patih malah tidak terlihat, maka Raja pun harus berjuang seorang diri, dan ketika lompatan singa itu menerjang dengan kekuatan penuh ke arahnya, Raja sudah pasrah, karena panah dan busur yang dia bawa sudah tidak berarti apa-apa bagi Singa. Dan tepat ketika Singa hendak menerkam kepala Raja. Tiba-tiba sekelebat bayangan dengan cepat bergerak, semburat darah muncrat dari leher singa.

“Achh… Tamat kamu sekarang.” Patih berdiri tepat di depan raja, Tangannya mengenggam kokoh pedang yang menancap di leher Singa besar itu.

“Baginda, tidak apa?” tanya Patih gugup.

Raja mendesah kesakitan, “Kemana saja kamu Patih? ketika aku berduel dengan singa kamu malah menghilang, lihat ini jari kelingkingku hancur, kepala dan punggungku terluka parah!”
“Ampun Baginda, tadi hamba mencari pedang yang tertinggal ditempat kita singgah tadi begitu tahu kalau ada Singa yang mendekat.” Jawabnya merasa bersalah.

“Sudah-sudah, sekarang kumpulkan semua prajurit kita kembali ke Istana. Bakar kayu, keluarkan asap sebagai tanda berkumpul semua prajurit kita.” Perintahnya dengan nada marah dan menahan rasa sakit.

Sesampai di Istana, seluruh tabib istana segera mengobati Raja dengan segenap kemampuannya. Berita tentang Raja yang hampir mati ini pun tersebar dengan cepat. Para penasehat istana kemudian menyalahkan Patih, dan menyampaikan kepada Raja agar memberikan hukuman kepada Patih. Raja yang masih jengkel dan emosi itupun kemudian memanggil patih dan memberikan hukuman berupa penjara kepada Patih. Tetapi sebelum menjebloskan ke dalam penjara dia sempat bertanya kepada Patihnya.

“Patih Garda Jaladara, karena kelalaianmu menyebabkan aku hampir mati diterkam singa, maka sebagai hukuman, kamu akan aku jebloskan ke dalam penjara.” Tegas Raja Wakita Leksana.

“Hamba menerima hukuman ini baginda, hamba yakin Tuhan memiliki rencana yang baik untuk hamba dan untuk baginda sendiri.” Sahut Patih pasrah.

Hari-hari berlalu, bulan berganti bulan. Suasana kerajaan tetap seperti sebelumnya. Raja pun sudah sembuh dan kembali lagi ingin melakukan hobinya berburu lagi di hutan. Maka berangkatlah Raja dengan dikawal beberapa prajurit pilihan. Sampai di tengah hutan, mereka pun berburu hewan-hewan yang ada hingga lupa dan tersesat jauh ke dalam hutan. Bahkan Raja pun tersesat seorang diri terpisah jauh dengan para pengawalnya. Kejadian naas pun terjadi, Raja Waskita Leksana ditangkap oleh suku primitif yang tinggal di dalam hutan itu. Raja diikat dan diserahkan kepada ketua Suku. Raja akan dijadikan tumbal persembahan bagi dewa dan leluhur suku tersebut. Karena dalam kepercayaan suku itu, tumbal seorang pemuda tampan akan mendatangkan keberkahan bagi Suku mereka. Darah yang menetes akan menyuburkan tanahnya. Maka dipilihlah tumbal atau persembahan terbaik. Tetapi tepat sebelum Raja hendak dieksekusi, mata Sang Ketua Suku melihat bahwa kelingking kanan sang Raja tidak ada. Tumbal itupun cacat dan tidak akan diterima oleh dewa dan leluhur suku itu.

Ketua suku segera menginstruksikan rakyatnya untuk pergi dari altar persembahan dan mencari tumbal yang lainnya. Raja pun dibiarkan terikat di altar persembahan dan tidak bisa berkutik sama sekali. Ketika para penduduk suku primitive itu sudah semakin menjauh dan hilang diantara rimbunnya belantara. Barulah para pengawal raja menemukan dan membawanya kembali ke Istana.

Beberapa hari pasca kejadian itu, Raja sering melamun dan merenungi kejadian yang menimpanya. Dia seketika teringat ucapan patih Garda Jaladara, “Tuhan pasti memiliki rencana yang baik untuk hambanya.” Maka diapun meminta prajuritnya untuk menghadapkan patih kepadanya.

“Patih, sekarang aku menyadari, ketika itu aku marah karena kelingkungku hancur digigit singa, dan aku lampiaskan amarahku dengan menghukummu. Tapi aku berikir jika saja kelingkingku masih utuh, maka pasti aku sudah mati menjadi tumbal suku primitif  di hutan itu. Jika Tuhan tidak menghadirkan Singa itu, mungkin tidak aka nada kejadian ini.” Papar sang Raja.

“Hamba mengerti  baginda, itulah kebenaran yang hamba sampaikan.” Jawab sang Patih singkat.

“Tapi, Patih, kalau memang Tuhan itu baik kepada kita. Mengapa Tuhan membiarkan aku menghkummu?” Tanya Raja Waskita Leksana.

“Jika baginda tidak memenjarakanku, pasti baginda akan mengajak untuk berburu agi di hutan. Dan jika hamba yang tertangkap, maka hambalah yang akan menjadi tumbal persembahan suku primitive itu. Untungnya baginda memenjarakan hamba.” Jawab Patih dengan sopan

Kata-kata patih itu menyadarkan Raja, bahwa emosinya sesaat membuatnya tidak jernih menilai jasa patihnya. Tetapi ada yang lebih penting lagi dia menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak-Nya. Dan asalkan bersabar maka, hikmah kebaikan pastilah ada. Semua sudah direncanakan dengan baik, atas kehendak yang Maha penguasa. Akhirnya Patih pun dibebaskan dan jabatannya sebagai patih dikembalikan lagi.

--- Tamat----

Shakayla (Penulis)

*Penulis adalah siswi kelas VIII ICP MTs N 2 Ponorogo

Minggu, 24 November 2024

PUISI: SEMANGAT PAGI GURUKU

Dalam Rangka menyambut Hari Guru Nasional tahun 2024, Kami hadirkan sebuah karya Puisi dari Afrilia Eka Prasetyawati, M.Pd. Sebuah karya yang menggambarkan bagaimana pengabdian tulus seorang guru yang tak lekang oleh waktu. Murid sebagai hasil didikan guru rasanya tak cukup hanya berucap terima kasih atas segala jasa yang telah diberikan guru.
"Selamat Hari Guru Nasional, Tahun 2024"


SEMANGAT PAGI GURUKU

Karya; Afrilia Eka Prasetyawati*

 

Selamat pagi ibu

Senyummu dinanti disetiap waktu

Sapamu ditunggu para muridmu

Sabarmu  adalah kemulyaan perilaku

Senjatamu adalah pena, buku dan ilmu

 

Selamat pagi bapak

Lihatlah kami memanggul tas di pundak

Berlelah meniti jalan mencapai puncak

Bimbinglah kami dengan bijak

Agar tepat langkah berpijak

 

Semangat pagi guruku

Tak kan cukup  sehari merayakan hari mu

Tak kan sebanding dengan pengabdianmu

Tak pantas rasanya menghitung jasamu

Tak kan  sebanding  dengan baktimu

 

Semangat pagi guruku

Tetaplah ukir senyum di depan muridmu

Meski hatimu sedang berkabut kelabu

Tetaplah berdiri tegak di panggung kelasmu

Meski kakimu mulai rapuh dimakan waktu

 

Semangat pagi guruku...

Lihatlah kami anak anak zaman

Siap merangkai peradaban

Dengan kemulyàan  ilmu dan iman

Buah pendidikan yang kau berikan

 


'Selamat Hari Guru"

Ponorogo, 25 November 2024


---------------------   

Afrilia Eka P (Penulis)*

* Penulis adalah Seorang Guru, dan pemerhati dalam bidang pendidikan 

Jumat, 20 September 2024

MEMAHAMI CERPEN DAN NOVEL SECARA KOMPREHENSIF

Oleh: Afrilia Eka Prasetyawati, M.Pd


   inspirasipendidikan.com- Hampir semua orang pernah mendengar kata Cerpen dan Novel. Bagi semua siswa mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi tentu pernah belajar dan membaca cerpen maupun novel. Banyak diantara kita yang memiliki hobi membaca cerpen bahkan novel, sehingga rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli terbitan novel terbaru. Meskipun demikian tidak banyak diantara kita yang mampu untuk menulis cerpen apalagi novel dengan sangat baik.

Baiklah untuk memahami lebih jauh tentang karya sastra fiksi ini kita akan membedah pengertian, ciri-ciri dari cerpen dan novel ini, sehingga dari situ dapat kita identifikasi apa perbedaan dan persamaan kedua karya sastra ini. Cerpen adalah singkatan dari Cerita pendek yang merupakan cerita fiksi bentuk prosa yang singkat padat, dengan unsur cerita berpusat pada satu peristiwa pokok sehingga jumlah dan pengembangan tokoh terbatas, dan keseluruhan ceritanya memberikan kesan tunggal. Inti cerita dalam cerpen adalah konflik batin yang ada pada diri tokoh, atau antar tokoh satu dengan yang lainnya.

Tarigan (1984) memberikan penjelasan ciri-ciri dari cerpen yaitu (1) singkat, padu, (2) memiliki unsur  utama berupa adegan, tokoh dan gerak, (3) bahasanya tajam, sugestiv, dan menarik perhatian, (4) memiliki kesan pengarang tentang kehidupan, (5) menimbulkan efek tunggal dalam pikiran pembaca, (6) mengandung detail dan insiden yang benar-benar terpilih, (7) memiliki pelaku utama yang menonjol dalam cerita, (8) menyajikan kebulatan efek dan kesatuan emosi. Lebih jauh lagi Tarigan mengklasifikasikan Cerpen ini berdasarkan panjangnya yaitu: Cerpen yang pendek dan Cerpen yang panjang. Cerpen yang pendek ditulis kurang lebih 5000 kata, sedangkan Cerpen yang panjang kurang lebih 50 sampai 90 halaman folio diklasifikasikan sebagai novelet. Lebih dari itu disebut novel. Memang jika dibaca dari beberapa referensi, beberapa ahli memiliki kategori sedikit berbeda untuk panjang tulisan dari sebuah Cerpen.

Novel berdasarkan KKBI adalah Menurut KBBI novel adalah buah karangan prosa yang panjang dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat dari setiap pelaku atau tokoh. Pengertian lainnya novel adalah karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang (tokoh), luar biasa karena kejadian ini terlahir dari suatu konflik, suatu pertikaian, yang mengalihkan jurusan nasib tokoh tersebut. Novel memiliki unsur utama yaitu unsur intrinsic dan ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang berasal dari dalam novel itu sendiri, seperti yang terkait dengan pengarang, struktur sosial, pembaca, sosial politik, sosial ekonomi, dan sebagainya. Unsur ekstrinsik yang membangun karya sastra bisa berasal dari biografi pengarang, psikologi (psikologi pengarang, psikologi pembaca, psikologi karya sastra), keadaan lingkungan pengarang. Keadaan lingkungan tersebut, bisa dipengaruhi dari segi ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Banyak sekali novelis Indonesia yang menghasilkan cerita yang luar biasa, seperti Habiburrahman El Sirazi dengan Ayat-Ayat Cinta, Andrea Hirata yang menulis Laskar Pelangi, Tere Liya yang sudah menulis ratusan judul novel dll. Dari semua karya tersebut jika kit abaca maka akan terlihat jelas sesuai dengan pengertian novel. Karena kompleksitas dari novel inilah maka banyak sekali Film di layar lebar yang terinspirasi diangkat dari hasil cerita dalam Novel. Salah satu yang sudah banyak dikenal di dunia adalah karya JK Rowling yaitu Harry Potter.

Novel tergolong ke dalam jenis karagan prosa baru. Lebih lanjut dijelaskan beberapa ciri dari prosa baru antara lain: (1) prosa baru bersifat dinamis yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakatnya; (2) masyarakatnya sentris, yaitu cerita mengambil bahan dari kehidupan masyarakat sehari-hari; (3) bentuknya roman, novel, cerpen, kisah, drama; (4) terutama dipengaruhi kesusastraan barat; dan (5) diketahui siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas.

---------------- 

* Penulis adalah Guru dan Alumni Magister PBSI Unipma Madiun

Rabu, 10 Juli 2024

Mengenal Gurindam

 
Afrilia Eka Prasetyawati, M.Pd (Penulis)

Gurindam adalah salah satu jenis puisi lama yang berasal dari Melayu. Gurindam terdiri dari dua baris dalam setiap baitnya, dengan rima yang sama (AA, BB, CC, dst). Gurindam biasanya berisi nasihat, petuah, atau ajaran moral.

Istilah "gurindam" berasal dari bahasa Sanskerta "kirindam" yang berarti "perumpamaan". Gurindam pertama kali muncul di Riau pada abad ke-16 dan berkembang pesat di abad ke-19.

Ciri-ciri gurindam:

  • Terdiri dari dua baris dalam setiap baitnya.
  • Memiliki rima yang sama (AA, BB, CC, dst).
  • Berisi nasihat, petuah, atau ajaran moral.
  • Baris pertama (syarat) berisi masalah atau perjanjian.
  • Baris kedua (akibat) berisi jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut.

Menyusun Gurindam yang Baik

Berikut adalah beberapa tips untuk menyusun gurindam yang baik:

  • Tentukan tema gurindam. Tema gurindam bisa apa saja, seperti nasihat tentang kehidupan, pendidikan, agama, dan sebagainya.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Hindari menggunakan bahasa yang terlalu rumit atau berbunga-bunga.
  • Gunakan rima yang tepat. Rima yang tepat akan membuat gurindam lebih indah dan mudah diingat.
  • Gunakan majas atau kata kiasan. Penggunaan majas atau kata kiasan akan membuat gurindam lebih menarik dan bermakna.
  • Perhatikan isi gurindam. Isi gurindam haruslah bermanfaat dan dapat memberikan pelajaran bagi pembacanya.
  • Perhatikan struktur gurindam. Struktur gurindam haruslah rapi dan mudah dipahami.

Contoh Gurindam

Berikut adalah contoh gurindam karya Raja Ali Haji yang terkenal dengan judul "Gurindam Dua Belas":
Gurindam Dua Belas
Bait 1
Syarat: Barang siapa mengenal Allah
Akibat: Maka ia kenal diri pula
Bait 2
Syarat: Barang siapa mengenal diri
Akibat: Maka ia mengenal Tuhan pula
Bait 3
Syarat: Barang siapa mengenal dunia
Akibat: Maka ia mengenal akhirat pula
Bait 4
Syarat: Barang siapa mengenal akhirat
Akibat: Maka ia mengenal yang berkuasa
Bait 5
Syarat: Barang siapa mengenal yang berkuasa
Akibat: Maka ia akan hidup dalam selamat sentosa
Bait 6
Syarat: Barang siapa tidak mengenal yang berkuasa
Akibat: Maka ia akan hidup dalam dunia yang fana
Bait 7
Syarat: Barang siapa mengenal Allah
Akibat: Maka ia akan hidup dalam selamat sentosa
Bait 8
Syarat: Barang siapa mengenal diri
Akibat: Maka ia akan tahu bagaimana hidup yang berperi
Bait 9
Syarat: Barang siapa mengenal dunia
Akibat: Maka ia akan tahu bagaimana hidup yang sesungguhnya
Bait 10
Syarat: Barang siapa mengenal akhirat
Akibat: Maka ia akan tahu bagaimana hidup yang kekal
Bait 11
Syarat: Barang siapa mengenal yang berkuasa
Akibat: Maka ia akan hidup dalam taat dan patuh
Bait 12
Syarat: Barang siapa tidak mengenal yang berkuasa
Akibat: Maka ia akan hidup dalam kesesatan dan kemaksiatan

Gurindam di atas merupakan contoh gurindam yang baik karena memiliki tema yang jelas, bahasa yang mudah dipahami, rima yang tepat, penggunaan majas yang menarik, isi yang bermanfaat, dan struktur yang rapi.

Contoh Gurindam Lainnya:
Berikut adalah beberapa contoh gurindam dengan tema yang berbeda:
Gurindam Nasihat
Syarat: Jika hendak mengenal orang berbahagia
Akibat: Sangat memeliharakan yang sia-sia
Syarat: Hendaklah peliharakan kaki
Akibat: Daripada berjalan yang membawa rugi
Syarat: Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Akibat: Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
Syarat: Bersungguh-sungguhlah engkau memelihara tangan
Akibat: Daripada segala berat dan ringan
Syarat: Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Akibat: Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Gurindam Pendidikan
Syarat: Ilmu itu bagai pelita hati
Akibat: Terangilah jalannya yang sesat
Syarat: Jika engkau ingin pandai
Akibat: Rajin-rajinlah engkau berlajar
Syarat: Berguru kepada orang yang berilmu
Akibat: Supaya engkau menjadi orang yang terhormat
Syarat: Janganlah engkau malu bertanya
Akibat: Supaya engkau tidak menjadi orang yang bodoh
Syarat: Jika engkau ingin sukses
Akibat: Bekerjalah dengan tekun dan ulet

Gurindam Agama
Syarat: Barang siapa mengenal Allah
Akibat: Maka ia kenal diri pula
Syarat: Barang siapa mengenal diri
Akibat: Maka ia mengenal Tuhan pula
Syarat: Barang siapa mengenal dunia
Akibat: Maka ia mengenal akhirat pula
Syarat: Barang siapa mengenal akhirat
Akibat: Maka ia mengenal yang berkuasa
Syarat: Barang siapa mengenal yang berkuasa
Akibat: Maka ia akan hidup dalam selamat sentosa
Gurindam Cinta
Syarat: Jika engkau ingin dicintai
Akibat: Berikanlah cinta yang tulus dan sejati
Syarat: Janganlah engkau menyakiti hati
Akibat: Supaya engkau tidak disakiti pula
Syarat: Setia dan percayailah kekasihmu
Akibat: Supaya hubunganmu menjadi langgeng
Syarat: Berkomunikasi dengan baik
Akibat: Supaya terhindar dari kesalahpahaman
Syarat: Salinglah menghormati dan menghargai
Akibat: Supaya cintamu semakin kuat dan kokoh

Gurindam Kenegaraan
Syarat: Jika engkau ingin negara yang maju
Akibat: Rajin-rajinlah belajar dan bekerja
Syarat: Cintailah tanah airmu
Akibat: Supaya engkau bersedia membelanya
Syarat: Hormatilah pahlawan yang telah gugur
Akibat: Supaya engkau terinspirasi oleh semangat mereka
Syarat: Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa
Akibat: Supaya negara kita menjadi kuat dan kokoh
Syarat: Berikanlah kontribusi yang terbaik untuk negara
Akibat: Supaya negara kita menjadi lebih maju dan sejahtera

Contoh-contoh gurindam di atas hanya beberapa contoh dari banyaknya gurindam yang ada. Gurindam dapat dibuat dengan tema apa saja, sesuai dengan keinginan dan kreativitas penulisnya. Sebagai karya sastra lama, Gurindam sekarang ini jarang dihasilkan, dan memang penyair yang menghasilkan juga berkurang. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: 

  • Perubahan zaman dan tren. Di zaman sekarang, banyak orang lebih menyukai puisi modern yang lebih bebas dan ekspresif daripada gurindam yang terikat aturan dan struktur.
  • Kurangnya minat generasi muda. Generasi muda sekarang lebih tertarik dengan genre sastra lain, seperti cerpen, novel, dan puisi modern.
  • Kurangnya media publikasi. Media publikasi untuk gurindam, seperti majalah sastra dan antologi puisi, sudah tidak sebanyak dulu.

Namun, masih ada beberapa komunitas dan organisasi yang berusaha untuk melestarikan dan mengembangkan gurindam. Komunitas dan organisasi ini mengadakan workshop, lomba menulis gurindam, dan penerbitan buku gurindam.

Berikut adalah beberapa contoh penyair kontemporer yang masih menghasilkan karya gurindam:

  • Suryatati A. Manan (Pulau Penyengat, Kepulauan Riau)
  • Huznizar Hood (Padang, Sumatera Barat)
  • Tusiran Suseno (Tanjungpinang, Kepulauan Riau)
  • Teja Al Habd (Bintan, Kepulauan Riau)
  • Abdul Kadir Ibrahim (Tanjungpinang, Kepulauan Riau)

Selain itu, banyak penyair muda yang mulai tertarik untuk menulis gurindam dengan gaya dan bahasa yang lebih modern. Meskipun jumlah penyair gurindam tidak banyak, semangat untuk melestarikan dan mengembangkan gurindam masih ada. Gurindam adalah bagian penting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia dan perlu dilestarikan agar tidak punah.

 *Penulis adalah alumni Magister Bahasa dan Sastra Indonesia UNIPMA Madiun

Selasa, 02 Juli 2024

PUISI: Takbir Membawa Rindu

TAKBIR MEMBAWA RINDU
Karya: Shakayla Adzkiya El Queena H.*


Nafasnya terengah
Kakinya ringkih mengayuh pedal renta
Lelaki tua dengan becak tua
Berpuasa di tengah terik surya

Saat syawal menjelang
Hatinya kian meradang
Merindu pilu yang terkenang
Entah kapan bisa pulang

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
Laa ilaaha Illallohu wallahu akbar
Allahu akbar wa lillahilhamdu

Ya Rabb, gema kebesaran-Mu menyayatku
Takbir untuk-Mu mengerdilkanku
Wajah-wajah tercinta membias pilu
Tak layakkah aku menerima anugerah-Mu
Sekedar melepas rindu
Bersama keluargaku

Ponorogo, 31 Maret 2024

  *Penulis adalah siswi MTs Negeri 2 Ponorogo

Minggu, 31 Maret 2024

PUISI: RATAPAN DARI KHAN YAUNIS

 Karya: Shakayla Adzkiya El Queena


Boomm.. bomm..boom
Puluhan rudal melesat menghancurkan
Puluhan gedung, puluhan masjid., gereja, rumah sakit  rata tak bersisa
Jerit tangis, ratap pilu, melebur satu
Berseliweran jet tempur, drone,  dan peluru
Nyawa melayang berpuluh ribu
Khan Yunis menjadi saksi tragis bengis zionis

Nun.. di bawah puing masjid  di sudut kota Khan Yunis
Seorang gadis kecil menangis tersedu
Jilbabnya kumal berdebu
Wajahnya sayu, calar luka berdarah di pipi, tangan,  kaki dan pundaknya
Ayah... ayah.. ibu..kakak... kau dengar aku?
Ia berteriak hingga serak
Sesekali mencari celah untuk masuk ke reruntuhan
Seorang relawan mendekat  bertanya
Dimana  ayahmu Nak?
Di dalam sana, dibawah sana
Dimana ibumu Nak?
Didalam sana, dibawah reruntuhan
Dimana kakakmu Nak?
Di bawah sana,.saat mereka sedang sholat
Sebuah  rudal menghancurkan

Ayahmu, ibumu,  kakakmu bersama ratusan lainnya 
Telah pergi bersama ke syurga
Sang relawan memeluk erat gadis itu.
Dalam dekapan pilu gadis kecil berkata
Ayahku,  ibuku, kakakku  syahid
Kelak aku akan memilih jalan suciku

Kami adalah anak anak yang dibesarkan di tengah kebengisan zionis
Kami adalah anak anak yang dirundung pilu
Dari masa lalu, saat ini dan entah kapan berlalu
Kami adalah anak anak yang dipilih Tuhan
Untuk menjadi saksi kemerdekaan
Kami adalah anak anak yang menjadi martir perjuangan
Kami adalah anak anak yang menjadi penjaga Al Aqsa
Kami hanya punya pilihan syahid  dan merdeka Palestina.
Demi Agama dan Bangsa.
 
Ponorogo, 27  November 2023


Rabu, 20 Desember 2023

PUISI: IBU

IBU
Karya: Elly Maslinda*
 

Ibu
Engkau bagai matahari yang selalu menyinari hidupku
Dalam setiap kesedihanku
Engkau hadir berikan senyum keceriaan
Rasa cinta dan kasih sayangmu yang tulus
Membuatku tak ingin jauh darimu

Ibu
Melihat tawamu adalah sumber kebahagianku
Pelukanmu memberiku ketenangan
Suapan dari tanganmu memberikan kenikmatan tersendiri bagiku

Ibu……
Tiada yang bisa mengantikanmu didunia ini
Doamu selalu mengiringi disetiap langkahku
Engkau selalu terlihat tegar dihadapanku
Bahkan kau rela melakukan apapun untukku

Ibu
Maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu
Maafkan aku yang pernah mengecewakanmu dan menyakiti hatimu
Aku akan berusaha menjadi apa yang engkau inginkan
Walaupun aku tidak bisa membalas semua jasamu, tapi aku akan berusaha untuk menjadi anak yang baik dan berbakti padamu

Terima kasih Ibu
Kau telah membesarkanku dengan kasih sayang yang tulus
Aku selau berdoa semoga ibu sehat selalu
Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu
Aku banga menjadi anakmu Ibu

GURU
Karya: Elly Maslinda

Guru…….
Kau bagai pelita
Penerang dalam kegelapan
Kau memberi cahaya
Untuk anak  - anak bangsa
 
Oh guru,
Sunguh mulia jasamu
Kau mau menuntun kami
Untuk mengapai cita-cita kami
 
Terimakasih guru,
Setinggi apapun pangkat kami
Engkaulah yang paling berjasa dalam hidup kami
 
Guru kau adalah pahlawan kami
Jasamu takkan kami lupakan
Namamu akan selalu dikenang
Dalam sanubari

-----------------   
*Penulis adalah mahasiswi Prodi D3 Kebidanan Angkatan 2023 di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo

-----------------------------------------------------------------
Redaksi Inspirasi Pendidikan mengundang semua penggiat literasi untuk dapat berbagai inspirasi tentang pendidikan, dalam bentuk artikel, opini, berita pendidikan, sastra, dll. Silahkan kirimkan naskah terbaik anda melalui email: mashary09@gmail.com.
Salam literasi!
-------------------------------------------------------------------

Selasa, 10 Oktober 2023

PUISI: ASA


Penulis: Dr. Moh. Anang Taufik

ASA

Karya: Dr. Moh. Anang Taufik


Merona merah mentari
Ombak menari riang
Hangat terasa cahyanya
Angin semilir lembut
Menerpaku
Mengingatkan masa lalu
Akan asa yang terasa
Dalam memori jingga
  
Asa hilang dua terbilang
Nur Illahi sadarkanku
Akan tatanan-Nya
Nampak nyata perlahan
Goib terwujud

Tampak nyata dalam kesunyian
Asa ungkap rasa jati
Untukmu tercinta
Fikiran rasa karsaku
Ingatkan akan kebesaranMu
KepadaMu sang semesta
---------------------------

 * Penulis adalah Guru di SMPN 1 Sumberejo Kab. Bojonegoro, seorang Doktor bidang Ilmu Pendidikan yang menggemari  dunia sastra


Kamis, 05 Oktober 2023

RUANG PUISI: RISALAH GULANA

 

RISALAH GULANA     
Karya: Hariyanto     

Mendengar suaramu lirih, luruh rasaku
Gemetar jemarimu menusuk kalbu
Dingin tanganmu tak sehangat dulu
Langkah kakimu gontai menapak layu
Dengan apa harus kusembunyikan risau
Sementara gerak bibirku bernada parau
Saat keluh peluhmu membanjir jiwaku

Dalam hening ku bercengkerama dengan sepi
Untuk bertanya kepada sang pemilik sunyi
Adakah asa untuk berdiri dan berlari
Mencari penawar gulana hati
Tanganku tak selalu mampu menggenggamnya
Kakiku belum mampu mengiringi langkahnya
Senjamu menorehkan selaksa cerita

Dalam diam aku senandungkan duka
Agar tiada yang tahu sakitnya rasa
Kunikmati setiap irisan luka dari yang Esa
Sambil melapangkan dada
Belajar melepas satu demi satu cinta
Melonggarkan ikatan kasih nyata
Semua berpulang kepadaNya.


Ponorogo, 02 Oktober 2023


Balada Singo Barong
Karya Hariyanto


Suaranya bergetar dalam auman
Bengis wajahnya tak sebanding dukanya
Sang raja tenggelam dalam pesona 
Berdendang kidung  asmaradhana 
Singo Barong melaras sukma
Dewi Songgo Langit  bertakhta ke altàr jiwanya
Kini terenggut  dalam dekap Kelana Sewandana

Duh Gusti sang pencipta
Salahkah aku bertanya
Mengapa takdirkan wajah  tak biasa?
Tak kuasa  aku menolak 
Cinta hamba paripurna
Pada paras pesona  si jelita

Duh gusti yang Maha  Agung
Kesaktianku tinggi menggunung
AnugerahMu selalu kusanjung
Cintaku kini bagai sesaji terlarung
Laksana buih samudera mengapung
Langit hidupku berselimut mendung

Aku rela nelangsa demi cinta
Saat Samandiman meleburkan jiwa
Menghancurkan mimpi berlaksa
Wujudku membuatnya bahagia
Ragaku  tàk mampu merengkuhnya
Asal jiwaku abadi dihidupnya

Ponorogo, 08 Agustus 2023

-----------------------------------
* Penulis adalah pemerhati pendidikan yang memiliki kecintaan dalam berliterasi melalui berbagai karya tulis termasuk puisi. Salah satu kumpulan pusi yang pernah diterbitkan  diberi judul "Mecari Jejak Kata" yang diterbitkan CV Pustaka El Queena pada tahun 2022.